Pengirim Rindu

Kau bisa menitipkan rindumu, dengan cara yang kau sukai. Sejauh apapun perjalananannya, akan sampai tepat pada waktunya.Kau bisa menitipkan rindumu. Tentu, itu jika kau mau.

Menjaga Agar Tetap Waras

Hai. Sudah cukup lama sejak tulisan terakhir di blog ini. Perlu waktu untuk sekadar membersihkan debu dan merenung. Merenungi kenyataan bahwa blog sekarang banyak ditinggalkan. Tak perlu jauh-jauh bertanya pada orang lain. Tanya pada diri sendiri, kenapa? Hobi baru menyita banyak waktu? Lingkungan yang sekarang lebih mendukung ke hal-hal lain? Ada banyak alasan untuk pergi,…

Melatih Diri

Saat aku tak menghubungimu Bukan berarti aku tak rindu. Aku hanya melatih diri untuk tidak selalu bergantung kepada hadirnya ‘apa kabarmu?’ Tentang perasaanku, kau tahu itu Maka aku mesti berkuat hati Jikapun esok siang semakin panjang dan malam semakin lengang, dan semakin jauh dari ‘apa kabar’ #WorldPoetryDay #HariPuisiInternasional ..

Melankoli Tahun Baru

Tahun baru —seperti halnya ulang tahun, bagi saya adalah waktu yang melankoli. Waktu yang mengingatkan pada kesempatan-kesempatan yang telah lalu, telah hilang atau mungkin terlewat, juga tentang kesempatan berbuat baik lebih banyak. Tahun baru adalah saat di mana disadarkan bahwa waktu akan terus berlari. Meskipun kita terseok-seok, meskipun lelah dan ingin istirahat. Waktu berjalan tegas,…

Hujan, Kala Itu

Hujan turun tanpa semangat. Sebentar deras, disambung jeda sebelum kembali lebat. Rombongan orang-orang yang menepi datang dan pergi, seiring kapasitas air yang turun dari langit. Semuanya berbanding terbalik dengan rinduku, yang selalu menggebu, tak kenal waktu. Hujan dengan segala bentuknya hanya sebuah pupuk yang menyuburkan sesak di dada. Menganakpinakkan kenangan dan harapan yang seharusnya sudah…

Self

Ada kalanya, kau hanya perlu berteman dengan dirimu sendiri. Berbincang tentang hal-hal kenakalan dan kemauan, mendengar tentang rupa-rupa kesedihan dan penolakkan.         *pic from Pinterest