13 hari sebelum 19

Aku sedang bersedih, maka aku memutuskan memakai baju berwarna kuning. Mungkin akan lebih sering, seiring masih riuhnya perayaan patah hati. Tak ada yang bisa membuat hariku lebih cerah dari memakai baju kuning. Setidaknya, warna ini bisa menyamarkan lebam di hati dan bengap di wajah karena kurang tidur akibat serangan kenangan. Hari ini aku memakai baju…

Mengalahkan Art Block

based on my own experience Semua seniman pernah merasakan “mati gaya”. Rasanya ingin produktif tapi keran dari isi kepala mampet. Lebih gemasnya lagi karena ide-ide bergentayangan minta dieksekusi.

Resolusi 2021: Tanpa Resolusi

Berkaca dari tahun 2020 yang penuh kejutan, menyambut tahun baru kali ini keinginan justru lebih padat, singkat dan sederhana. Semoga masih diberi kewarasan dan kesehatan untuk tetap berjuang.

Gratitude Jar

Tahun ini banyak dilabeli sebagai tahun terburuk, tahun tidak produktif, tahun nggak ngapa-ngapain, dan label negatif lainnya. Semua label itu diberikan seolah-olah nggak ada hal positif yang terjadi. Benarkah? Awal tahun –sebelum pandemi meluas sampai Indonesia– aku memang sudah berencana membuat Gratitude Jar. Tujuannya simple saja, untuk lebih mensyukuri apa yang terjadi. Sebagai manusia, kita…

22+6

Teruntuk wanita yang kupanggil Ibu Hutan rindang gelap terbentang Belukar rimbun duri mencakar Memar, luka, nanah, yang kaupendam Menjadi penegak kakimu berjalan. Suara sumbang, cacian lantang, tak menyurutkan niat awal Kau pekerja, sekaligus pejuang. Petarung, sekaligus malaikat. Kau wanita kuat. Melebihi yang kau kira. Melebihi yang aku duga.

Suddenly December!

Pagi ini sadar ngga sadar ternyata memang sudah penghujung tahun. Antara takjub karena ‘kok cepet banget ya?’ dan sedih karena merasa tak melakukan banyak hal besar. Wait, h a l b e s a r. Kenapa fokusnya harus sesuatu hal yang besar? Kenapa harus hal besar baru dianggap melakukan sesuatu? Aku jadi berpikir, selama kurang…