Kesaktian Pancasila yang dirayakan oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 1 Oktober kini dirasa telah hilang maknanya.

Dulu, kita memperingati Kesaktian Pancasila sebagai bentuk penghargaan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, posisinya tak tergantikan. Hal ini telah teruji oleh peristiwa berdarah G30S/PKI.

Bicara mengenai kata “sakti”, mungkin di era serba digital ini kesaktian Pancasila sudah memudar. Efeknya sangat lemah dirasa. Hal-hal sepele yang mungkin harusnya kita kuasai, terlupakan. Contoh? Banyak. Lihat sekeliling, cobalah bertanya sila-sila dalam Pancasila. Sedikit orang yang bisa menjawab lancar dan benar. Ironis? Sangat. Pun, ketika ditanya soal lambang padi dan kapas mewakili sila keberapa, misalnya. Jawaban senyum bingung banyak mendominasi.

Kalau kita mau menelusuri dan mempelajari, tiap isi dari sila Pancasila memiliki makna yang sangat dalam — kalau kita benar-benar menghayati. Mungkin saya akan bantu me-refresh sila-sila Pancasila untuk memudahkan kita mengingatnya :
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Makna yang terkandung dari sila-sila tersebut sangat bertolak belakang dengan kejadian dan peristiwa yang terjadi belakangan. Isu SARA yang kembali merebak, pemaksaan kehendak oleh oknum-oknum tertentu, dan masih banyak contoh lain yang menghiasi headline koran. Saya merasa malas untuk membahas penyimpangan terhadap sila-sila Pancasila karena saya punya 2 alasan : Pertama, saya masih perlu diingatkan juga dan kedua, saya tak ingin kolom ini penuh dengan tulisan keprihatinan tanpa efek nyata. Biarlah contoh-contoh kecil tadi dan sejumput ulasan saya menjadi bahan renungan kita.

Kalau boleh berandai-andai, saya ingin suatu saat nanti Pancasila akan meraih kembali kesaktiannya secara utuh. Layaknya si Labu Kuning yang tetap sakti diagung-agungkan tiap perhelatan Halloween di akhir Oktober.

Amin. :)

Advertisements