Hai, kau yang diujung pintu
Kemarilah, aku punya sesuatu untukmu
Sebatang cokelat manis
Sekiranya bisa mengantarkan cerita mengalir dari mulut mungilmu
Tak usah ragu, ini ajakanku
Penawaran tulus untuk penyambung waktu

Hai, kau yang masih disitu
Kalau cokelat manis belum bisa membuatmu beranjak,
Aku masih menggenggam sesuatu
Sebuah gulali untukmu
Kutahu matamu berbinar menatapnya
Kulihat pelangi memantul disana
Kemarilah, jangan ragu

Hai, kau yang menjabat tanganku
Kurasakan hangat sapamu
Kutawarkan tawaku
Kau sampaikan lukamu
Ini cokelatku, itu gulalimu
Kita cicipi bersama
Satu rasa

Advertisements