Ditutupnya gorden jendela depan. Malam semakin larut, namun ia tetap saja gelisah. Terlihat dari raut muka yang terlihat tegang. Mondar-mandir dikelilinginya ruang tamu mungil itu. Tangannya meremas-remas udara, tatapannya hanya sekedar lantai dan pintu depan. Sesekali diliriknya jam di pergelangan tangan. Tujuh belas menit sebelum tengah malam.

Langkahnya terhenti di dinding sebelah sofa tamu. Wajahnya sedikit mendongak, menatap tajam–namun lembut ke arah satu titik : sebuah foto keluarga mungil. Sangat mungil. Hanya ada pasangan pengantin. Dalam foto itu tampak dia dan istrinya. Lalu, kemanakah gerangan istrinya? Hampir tengah malam dan tak ada kabar dari istri, mungkin ini yang menjadikannya gelisah.

“Kemana kau, Asri?”
Pria itu bergumam sendu. Mulutnya bergetar seperti mengisyaratkan kesedihan yang mendalam.
“Kemana kau bawa calon anggota keluarga kita? Bahkan ia baru dua bulan di perutmu”
Terdengar isak tangis tertahan. Lalu perlahan, ia beranjak dari ruang tamu ke arah meja makan. Dilihatnya menu makan malam yang telah dingin. Ia sengaja menyiapkannya utk istrinya tadi. Semangkok sup macaroni, perkedel kentang, pisang aroma dan ada satu lagi yang lain di meja berbentuk bundar itu. Sebuah kue mungil dengan lilin berbentuk angka 24 tertancap di sana. Aih, tampaknya ada rencana merayakan sesuatu. Ulang tahun istrinya! Sungguh ironis..

Pria itu menyeka kembali airmatanya. Sedetik kemudian ia terjaga–seperti ingat sesuatu. Bergegas ia masuk ke dalam kamar. Ditujunya lemari pakaian di pojok ruang.
“Kerudung ungu…kerudung ungu….” gumamnya. Tangannya brutal mengacak isi lemari. Tujuannya hanya satu : peti persegi di ujung dalam lemari. Diraihnya cepat, kemudian didekapnya seolah-olah baru saja menemukan harta karun perompak. Perlahan dibuka pengait peti, lalu diambilnya benda berwana ungu. Sebuah kerudung. Diciuminya berkali-kali.

“Asri… Asri, aku sangat rindu. Kapan kamu kembali? Kau tahu, aku rindu kamu.”

Wajah pucat dibalik kerudung itu menatapnya kosong dan dingin. Sedingin semilir angin yang mengiringi lolongan serigala.

 

•Terinspirasi dari fiksimini :
@pramoeaga : RINDU – Seno mengambil kerudung lalu menciuminya. Ia sangat rindu istrinya. “Untung kepalanya masih menempel disini”

Advertisements