Malam ini adalah malam keagunganku. Malam dimana aku mulai berkencan lagi setelah bertahun-tahun tak merasakan getaran, juga jantung yang berpacu lebih cepat dan salah tingkah seperti yang kurasakan sekarang.

Mobil yang kukendarai merapat ke restoran langganan. Kugandeng Mysta ke arah tempat duduk yang sudah kupesan. Balkon, paling pojok. Sepertinya itu adalah tempat paling romantis untuk kencan perdanaku ini. Pelayan datang membawa daftar menu dan menawarkan bantuan.

Steak salmon satu, vege salad satu. Ohya, jangan lupa red wine
“Cerminnya boleh saya simpan dulu, Pak?” Pelayan itu menunjuk sebuah cermin rias berbentuk oval di depanku.
“Namanya Mysta. Dan dia adalah kekasihku” tegasku.

Pelayan itu memandang aneh, kemudian berlalu. Aku kembali menatap Mysta. Tersenyum.

Advertisements