Malam bertabur bintang. Saat seperti ini aku selalu teringat ibu. Dulu, ia suka mendongengkan Pangeran Bintang dan Dewi Bulan untukku. Betapa aku sangat merindukan masa kecilku, juga ibu yang lebih dulu menghadap-Nya 10 tahun lalu.

Kubuka laci lemari bajuku. Tanganku meraih saputangan kumal di dalamnya. Dulu, warnanya putih bersih dan polos tanpa motif. Sehari setelah memilikinya, kubuat aplikasi jahitan mengelilingi saputangan itu. Di pojok kiri tak lupa kusulam “Love Mama” dengan benang berwarna emas. Tak lama setelahnya, warna putih berangsur memudar. Kuciumi saputangan itu. Bau khas ibu langsung mendatangkan sosoknya di benakku. Ia masih cantik seperti terakhir aku bertemu. Gaun kafannya melayang pelan. Tampak indah mesti ada lubang berbentuk segi empat disana.

Advertisements