Musik tradisional kembali mengalun rancak. Sesaat penonton kembali riuh-rendah dengan suasana yang tercipta. Penari-penari jaipong kembali bergoyang, menggoda para pria yang menatap tubuhnya tanpa berkedip.

Aku, salah satu dari tiga penari jaipong itu. Sesekali mataku mengerling manja dan pinggulku bergoyang lebih mantab dari biasanya. Ada kepuasan melihat laki-laki yang menonton pentas kami menjadi tergoda.

Ini pentas perdanaku. Setelah sekian lama hanya latihan diam-diam dan tak berani manggung, malam ini kujadikan titik awal. Gerakan pinggul yang gemulai, kerlingan manja genit yang menggoda, sudah kupelajari dari pelatih kami.

Tiba-tiba aku dikagetkan oleh sesuatu yang masuk ke bagian dadaku. Selembar uang kertas berwarna merah. Seorang lelaki mengerling genit, lalu menarikku entah mau dibawa kemana…

Advertisements