Aku cukup tahu wanita itu. Ya, dia yang selalu berkunjung ke cafe tempatku bekerja ini. Ia selalu datang sendirian, duduk di meja paling pojok yang menghadap bukit di seberang. Tiga kali seminggu. Rutin.

Begitu seringnya datang, aku jadi tahu apa pesanan favoritnya. Secangkir coklat panas dan setangkup roti isi. Tentu saja aku tahu, karena aku yang selalu mengantarkan pesanannya. Selalu aku, tak boleh ada orang lain yang melakukannya. Itu trik yang kugunakan agar aku bisa menatap wajah sendunya. Berharap ia menceritakan ada apa gerangan yang sedang dipikirkannya.

*****

Hari ini ia datang lagi. Kulihat ia membawa selembar foto usang. Hey, fotoku ternyata. Penasaran, kubaca tulisan kecil di sudut foto,

“RIP : Indra 1984 – 2009”

Advertisements