“Ayo, letuskan balonnya. Temukan siapa pasangan mainmu” kata Lisa menjelaskan aturan permainan di pesta itu.

DORRR!!
Balon biru meletus. Kupunggut kertas di dalamnya. Terbaca tulisan nama “ANDY” disana.
“Haloo..ada yang namanya Andy?” kataku seraya melemparkan pandangan ke sekeliling.
“Saya, saya Andy” Seorang pemuda tampan berkulit coklat menyodorkan tangannya. “Jadi, kita partner di game ini, nih?”
Tanganku menyambut tangannya, lalu mengangguk. Kami tersenyum.

****

Itu awal kisahku bertemu suamiku. Awal yang manis, hingga setahun kemudian kami resmi berumah tangga. Sebelum ia menjadi sangat temperamental dan main tangan. Dan sebelum aku yang terus tersakiti, kuputuskan melakukan hal ini.

Sambil membersihkan tangan, kupandangi ceceran daging merah di lantai. Dulu, semuanya kukenali sebagai Andy, suamiku.

Advertisements