Mengunjungi pasar malam menjadi agendaku sore ini. Aku tertarik dengan iklan yang kubaca, bahwa ada tenda peramal kondang disana. Aku ingin sekali diramal oleh Madame Gipsi dengan bola kristalnya.

 

Antrean lumayan padat, namun aku hanya perlu menunggu lima orang. Ah, aku tak sabar ingin tahu siapa jodohku. Atau seberapa beruntungnya aku tahun ini.

 

Tiba giliranku.
“Namamu, Gadis Muda?”
Troides Helena
Wanita Gipsi itu menghela nafas. Lalu menatapku lekat.
“Kau gadis muda yang cantik. Namun kulihat disini, umurmu tak lebih dari 2 minggu lagi”
“Benarkah, Madame..?”
“Hidup memang tak adil, Sayang. Apalagi kau masih muda, cantik, sehat dan dicintai banyak orang. Tapi itulah takdirmu sebagai kupu-kupu”

 

Aku terdiam. Menangis. Lalu memilih terbang, pergi.

Advertisements