…………….

Jantungku berdarah menganak sungai, airmata menangis diujung ruang, ini adalah tangis kematian dari sebuah cinta

Lihatlah bilur-bilur kenangan ini sayang, membiru lebam di jantungku, betapa nafasmu masih tertinggal disana. Aku rindu

Tidak sayang, bukan air mata, tapi sedih yang hampa. Ketika harapan demi harapan kau tebar sekenanya, aku terjebak disana

Ku diamkan diriku, pada taman luar hatimu, dan aku titipkan berjuta cinta pada pipi merah meronamu, yang ku kecup sekali waktu

…………………..

Sajak-sajak indah mengalir dari penamu. Untukku. Ya, untuk menghiburku, yang dulu–kau pikir–aku sedang mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan.

Dear wanita bernama Ika, sahabatku.

Kau tahu betul bagaimana menghibur temanmu yang sedang tak bahagia. Kau ajak ia ngobrol, sekedar bertanya masalah ringan, lalu kalau dirasa kau tak mampu membantu lebih, kau keluarkan jurus ampuhmu : menulis sajak, atau bernyanyi. Ya, suara perimu itu mampu meluluhkan sedikit penat yang menganggu. Sungguh. Yah, meskipun aku belum pernah melihatmu menyanyi secara langsun, tapi aku cukup berterima kasih dengan voice note yang kau kirimkan. Aku jadi tahu, seperti apa talenta yang kau punyai–yang selalu jadi bahan omongan teman-teman.

Bicara soal talenta, adakah sedikit tips untukku? Kau mahir dalam menulis. Fiksimini, flash fiction, sajak, puisi jadi langgananmu. Timeline akan terasa beda jika tak satu pun karyamu melintas di sana.

Ika,

Aku lihat status BBM mu akhir-akhir ini tak ceria, mengapa? Bahkan aku pun tak tahu permasalahanmu. Ah, sahabat macam apa aku ini? Atau, memang kau sengaja menyimpannya sendiri, karena itu bagian dari ruang pribadimu? Tak apa lah kalau begitu. Tapi, Ika, kalau kau bersenang hati ingin membuat sahabat-sahabatmu tersenyum, kami pun juga menginginkan hal yang sama.

Aku tak pandai merayu teman untuk bercerita, memang. Aku hanya tak ingin kau memendam masalahmu sendiri. Kalau itu masalah laki-laki pemujamu, ayo, bicarakan saja denganku atau Ateng. Kami siap mendengar dan membantu. Atau kalau perlu, kami yang akan menyeleksi, siapakah kandidat pria-pria itu yang akan layak memanggilmu ERICA selain ayahmu 😛

Pesan dariku,

Buatlah dirimu bahagia. Caranya, kau sendiri yang tahu. kau wanita mandiri yang bertanggung jawab. kau pasti tahu caranya menghargai dirimu sendiri. Cheers!! 😀

~ mumu

Advertisements