Baba melirik Alis- adik perempuanku yang berumur 14 tahun-dan ibu bergantian. Pandangannya aneh, seperti mengisyaratkan sesuatu. Aku-di kursi tengah, pura-pura membaca majalah.

 

Aku anak tiri Baba. Ibuku, menikah lagi dengan pria Arab yang kupanggil Baba itu. Alisya, adikku, anak kandung mereka. Keluarga kami bahagia. Walaupun ibu adalah pemandu karaoke di cafe remang-remang, dan setahun terakhir kerap mengajak Alis, tapi menurutku tak ada yang bisa dianggap abnormal dari semua itu. Pun, saat tengah malam aku sering mendengar ibu merintih tertahan di dalam kamar. Hampir tiap hari. Dan aku tahu, itu pasti karena libido Baba yang tak terkendali.

 

Semua berjalan normal. Begitu pun saat Baba diam-diam merangkak di ranjangku untuk menikmati setiap inchi tubuhku.

Advertisements