Busuk. Wanita yang kupacari setahun terakhir ini ternyata tak lebih dari seorang pelacur hina. Dia hanya mengincar hartaku, juga anak lelakiku yang telah beranjak dewasa.

Ia pasti telah dirasuki iblis dari neraka paling dasar. Setan paling dilaknat. Lima jam lalu ia meracuni kopi pagiku. Mataku langsung melotot, mulut berbusa. Tubuh ambruk, lalu kejang-kejang. Semenit kemudian, nyawaku sudah berpisah dari raga.

Ia mulai memotong tubuhku. Mula-mula kepala, lalu bagian-bagian bersendi. Darah membanjiri lantai kamar. Bau anyir sekejap menjadi aroma pengantar dosa.

Enam jam berlalu, ia mulai tampak kelelahan. Wajahnya mulai berkeringat. Tanganku-lebih tepatnya potongan tangan, mulai bereaksi. Ia mendekati pisau yang tadi digunakannya. Aha! Ia tahu pasti yang akan dilakukannya. Tunggu saja.

Advertisements