Dirapihkannya dasi kupu-kupu yang menempel di depan leher. Tuxedo hitam dan tatanan rambut klimis tampaknya berhasil mengubahnya menjadi seorang pangeran.

Pemuda itu lalu tersenyum melihat bayangannya sendiri. Aku tampan! Ia tampak puas dengan dandanannya kali ini.

Malam ini adalah malam spesial. Seseorang yang dia sayang sedang berulang tahun. Ia sengaja menyewa tuxedo terbaik di kota untuk perayaan ini. Tak ada alasan untuk tidak tampil menarik, bukan?

Pemuda itu kembali merapihkan ruangan. Sebuah kue tart kecil dengan jumlah lilin sebanyak seperempat abad menyempurnakan perayaan ini. Balon-balon, juga pita berwarna-warni menjuntai di segala penjuru.

Diliriknya jam dinding. Jam sebelas lebih lima puluh lima menit. Lima menit lagi!

Senyumnya tersungging. Dihelanya nafas, kemudian mulai berjalan mendekati orang spesial yang ada di sudut ruang.

Teng….teng…teng…
Jam dinding itu mulai berbunyi sebanyak dua belas kali. Aha, ini waktunya!

Happy birthday, Kamu….”. katanya pada cermin besar di sudut. Di tiupnya lilin satu per satu. Perlahan air matanya meleleh.

Advertisements