Ada MENANG di dalam MENANGis. Jadi, menangislah..”

Ada masalah apa dengan pria yang menangis?  Seharusnya tak ada. Tuhan menciptakan air mata tentu bukan hanya untuk kaum hawa saja, kan? Dan kalaupun pria kebagian air mata, tentunya bukan hanya berfungsi sebagai media membersihkan mata dari kotoran yang masuk atau menempel. Fungsinya sama dengan air mata kepunyaan perempuan, bisa langsung connect ke perasaan. Mellow? Lihat dulu kasusnya..

Pria tentu punya alasan kuat untuk mengeluarkan airmata. Ya, sebagai pria,  kami tidak perlu mengeluarkan airmata untuk hal-hal cemen yang sebenarnya memang bukan untuk ditangisi. Nonton telenovela, misalnya. Contoh yang aneh sebenarnya. Tapi memang para pria hanya mengeluarkan airmata untuk hal-hal ‘spesial’ saja. Ukuran spesial tiap pria mungkin beda, ya.

Lalu, kenapa ada anggapan kalau pria menangis itu gak macho, atau berhubungan dengan hal-hal lemah lainnya? Mungkin stereotype yang berkembang di masyarakat , pria adalah pelindung dan kuat di bandingkan dengan wanita. Bagaimana bisa sebagai pelindung, dia malah ikut-ikutan mewek? kalau hal ini sampai terjadi, saya yakin pasti malah akan membuat perempuan di sampingnya berhenti menangis karena merasa aneh (atau kocak?)

Pernahkah saya menangis? Tentu pernah. Terlepas dari menangis saat bayi, saya pernah menangis saat bertengkar dan menyakiti hati ibu saya. Saat itu, saya menangis sambil mengendarai motor saya keluar rumah setelah bertengkar. Saya menangis karena sungguh menyesal. Sebagai pria yang susah menangis ( Ya, saya memang susah mengeluarkan air mata–entah ada apa pada sistem lakrimasi pada mata saya. ), mengucurkan air mata dengan derasnya ketika saya menyesali perbuatan terhadap ibu itu sungguh melegakan. Ada perasaan plong yang membuat saya memaafkan kekhilafan saya sebelum akhirnya meminta maaf kepada ibu saya.

Dari kejadian itu, saya bisa berfikir bahwa menangis ternyata melegakan (setidaknya ‘penemuan’ ini bisa dijadikan modal untuk tahu alasan perempuan kenapa sering menangis :P) Ya, karena menangis adalah masalah emosi dan emosi tentu bersinggungan dengan perasaan. Semua orang–pria atau wanita punya itu. Dan yang bisa disimpulkan adalah, semua boleh menangis. Masalah hal-hal apa yang pantas atau tidaknya ditangisi oleh pria, biarlah kami–kaum adam yang tahu. Hehe.. 😛

Advertisements