Sedari sore hingga tengah malam ini hujan dan petir belum juga reda. Aku meringkuk di pojok ranjang sambil menangis ketakutan. Beruang Teddy kupeluk erat, seakan dia yang paling memahami ketakutanku ini. Saat seperti ini, aku sangat rindu orangtua yang sudah meninggal empat bulan lalu. Rindu pelukan hangat Ayah, juga senandung lembut Ibu yang menenangkan.

Aaaaaaa!!

Aku berteriak kecil saat petir memecah hujan untuk kesekian kali. Sambil terus menangis, aku berharap bahwa bisa langsung tertidur saja daripada ketakutan seperti ini. Sungguh keadaan yang membuatku tak nyaman. Aku merangkak menuju pojok kamar. Satu, empat.. nah, ubin ketigabelas. Kuketuk tiga kali, lalu kurapatkan pipiku di atas ubin.

Yah, Bu, Nana takut…” bisikku sambil terisak.

 

( jejakubikel, 111kata, tema : nana, 10th, yatim piatu ) 

Advertisements