Hari-hariku sangat berbeda setelah tak sengaja berpapasan dengan  pemuda belasan tahun yang menjadi tukang kebun di rumah Tarunodirja, tetanggaku. Wajah tampan, kulitnya yang merah terbakar dan badan atletis berbalut singlet itu berhasil memenuhi pikiranku.

Sebagai istri simpanan, malamku lebih sering kesepian. Berbekal basa-basi busuk dua hari lalu, malam ini aku berniat mengundang Adam minum wine di sebuah vila pinggir kota. Tentu saja ini adalah kode. Dan benar, ia menyetujui tanpa banyak syarat.

Dua jam berlalu.

Sembari meneguk gelas ketiga, ia membuka kemejanya. Jantungku berdetak cepat, bukan karena dada bidang telanjang dan perut yang terpahat. Tapi, tanda lahir di dada kiri yang mengingatkanku pada bayi 6 bulan yang kutinggal 18 tahun lalu.  Tuhan, diakah…

 

( jejakubikel, 111kata, tema : Adam, 18th, tukang kebun yang cakep ) 

Advertisements