“Caca mau berangkat ngaji, kan? Sini, Mama dandanin. Biar cantik.”  Aku berusaha membujuk  Caca, anak perempuanku yang sedari tadi cemberut. Ia membisu, hanya menggeleng.

“Kenapa, Sayang?”

“Mama jahat!!”

Aku mengernyitkan dahi. Kudekati bocah sepuluh tahun itu.

Memangnya Mama jahat kenapa? Karena Mama belum beliin boneka Dora?”  Caca tetap menggeleng tegas. Aku semakin bingung. Tak biasanya Caca bersikap defensif seperti ini.

Tangan mungil itu mengucek-ucek matanya yang tiba-tiba basah. Suara tangis perlahan mulai terdengar.

“Kata teman-teman, mamanya Caca itu orang jahat. Germo. Ga bisa masuk surga.”

Bagai disambar petir siang hari, aku merasa tertampar. Aku tahu keadaan ini pasti akan segera datang. Cepat atau lambat. Tapi jujur, aku belum siap menjelaskannya, Gusti..

 

 

(jejakubikel, 111kata, tema : Lydia, 48, germo )

Advertisements