Namanya Mbah Tarjo, aku mengenalnya sebagai sosok kakek yang ramah. Usianya sekitar 80-an, tapi ia masih tampak bersemangat. Bisa kulihat dari tatapan mata tuanya. Aku tahu beliau adalah veteran perang dari obrolan pertama kami. Semangat Mbah Tarjo ketika menceritakan masa mudanya sangat berapi-api. Terlihat sekali ia bangga dengan keberaniannya,  juga teman-temannya untuk berjuang melawan penjajah.

 

Sesekali Mbah Tarjo menerawang jauh. Sambil terkekeh, beliau bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan istri. Mereka bertemu di tenda perawat, ketika beliau mengantarkan teman yang terluka.

 

Kemudian wajah pucatnya berubah tegas saat beliau menunjukkan sesuatu di punggung. Ada lima luka tembak yang masih tampak baru. Aku mencium bau anyir, disusul kuduk yang meregang. Lalu semuanya menjadi gelap.

 

 

( jejakubikel, 111kata, tema : Mbah Tarjo, 83th, veteran perang ) 

 


Advertisements