Lampu jalan masih terang

Saat kau kuantar pulang

Katamu malam itu dingin

Dan kutahu itu sebagai pertanda

Kau menginginkan pelukan

 

Semilir angin,

Ia yang semakin merapatkan pelukan

Bahkan saat raga kita tak lagi berjeda

Tapi rindu tetap setia menjadi selimut

Dalam gigil dingin yang menginginkan pertemuan

 

Perjalanan pulang ini terasa lamban

Atau memang waktu yang berhenti berputar?

Seakan tahu kita enggan terpisahkan

 

Pelan kau bisikkan doa pengharapan

Akan masa depan

Memesan kebahagiaan, untuk disandingkan dalam pernikahan

Lalu membayangkan anak-anak kecil

Yang berceloteh riang

Bangga memanggil kita Ayah-Bunda

 

Lalu malam,

Semakin terasa temaram

Saat sunyi benar-benar suci

Mungkin, ada bagian dari langit yang iri

Karena kita adalah sepasang doa yang saling mengamini

Advertisements