Pergi ke sebuah klab malam sendirian sebenarnya hanya akan membuat siapapun mati gaya. Apalagi, Selasa malam adalah Gay Night. Aku bukan pria penyuka sejenis, tentu saja. Tapi untuk bahan penulisan novel ini, aku harus banyak mendapat referensi mengenai dunia gay.

***

Sebentar lagi pertunjukan striptis dimulai. Penonton bersorak liar saat laki-laki muda muncul ke tengah panggung. Mula-mula pakaiannya lengkap. Tak ada satu jam, tubuhnya berangsur polos. Aku terhenyak. Dari tempatku duduk—meja paling belakang, terlihat jelas tanda lahir di pangkal paha itu mirip sekali denganku. Kuperhatikan seksama wajahnya, dan kupastikan dia memang benar aku. Spontan mataku melihat arloji dan ternyata sekarang tanggal tigabelas. Aku terdiam. Malam ini genap sehari sebelum aku ditemukan tewas.

Advertisements