Suatu senja di kafe langganan
Sepasang muda yang mabuk cinta datang
Si lelaki masih berdasi, si wanita berbaju seksi
Tuhan, mereka serasi sekali

Tangan mereka bertautan
Seperti tak terpisahkan
Lalu si lelaki mendaratkan kecupan
Membuat pipi wanitanya kemerahan
Tuhan, aku ingin seperti dia. Lalu kapan kesempatanku datang?

Senyum-senyum yang tak pernah surut
Walau bau kemeja si lelaki mungkin seperti curut
Dan bibir wanita yang tak hentinya mengerucut
Ya, semua hal jadi sempurna, bagi mereka yang jatuh cinta
Tuhan, aku masih menunggu
Sampai kau memilihkan bidadari untuk menemuiku

Satu setengah jam berlalu
Ponsel lelaki mulai berbunyi
Mukanya tiba-tiba masam
Seperti tak berkenan
Dua menit diam, sebelum berujar
Masih meeting, Ma. Agak malam pulangnya

Tuhan, aku tak jadi ingin seperti dia. Aku ingin bahagia, tanpa ada yang merasa teraniaya.

Advertisements