Beberapa waktu lalu, saya ngobrol dengan teman saya. Dari obrolan ringan apapun kemudian meruncing hingga obrolan tentang gaya berpacaran. Teman saya bilang, dia ingin sesuatu yang sederhana. Hubungan yang sederhana, komitmen yang sederhana dan gaya pacaran yang sederhana. Katanya, gaya berpacaran yang sederhana itu semacam menghabiskan waktu berdua –yang satu baca buku, satunya lagi sibuk main game di laptop. Tapi mereka mendengarkan musik yang sama. Atau contoh lainnya, seperti hal kecil sesederhana menyempatkan untuk saling menoleh (pada pasangan) dan tersenyum saat menonton bioskop. That’s sweet!

Lalu saya bertanya:

 

Contoh yang kamu berikan itu untuk mereka yang satu kota. Gimana dengan yang LDR?

Dia menjawab:

 

Menyederhanakan LDR adalah menyederhanakan ekspektasi. Menyederhanakan LDR adalah dengan melipat semua jarak yang membentang di antara dua hati yang ingin bertemu.

Melipat jarak dengan keyakinan, bahwa kedekatan hati lebih penting daripada kedekatan fisik. Bahwa kedekatan hati bisa dicapai dengan keyakinan.

Bagi para pelaku LDR, akan sangat membahagiakan untuk saling menjaga pikiran positif. Keduanya belajar saling menumbuhkan yang terbaik dari masing-masing, bukan hanya untuk pasangan, tapi untuk diri sendiri.

i always believe : loving someone means to take a leap of faith

Ada yang sedang menjalani hubungan jarak jauh? Mungkin tulisan ini bisa menguatkan kalian. Apapun, komunikasi dan kepercayaan itu sangat penting. Good luck, all..

 

ps : oh iya, perkenalkan teman ngobrol saya ini namanya @dbrahmantyo. Jika berkenan, silakan berteman. Ssssttttt, dia (sedang) jomblo, lho.. 😀

 

Advertisements