Di saat pendukung Jokowi-Ahok sorak-sorai merayakan kemenangan, saya justru terlibat baku hantam dengan pintu kamar mandi.

Begini ceritanya;

Kamis malam ini jadwal saya untuk nge-gym di salah satu tempat kebugaran di tengah kota. Berangkat pukul 19 dan selesai latihan dua jam setelahnya. Malam ini gym agak penuh, entah kenapa. Setelah istirahat dan mengeringkan badan dari keringat, saya berencana untuk mandi. Karena kebagian loker di lantai 2 maka saya pun memutuskan untuk mandi di sini. Lantai 2 hanya ada 1 kamar mandi yang letaknya di balkon luar ruangan, terpisah oleh pintu kaca.

Tidak ada yang aneh selama saya membersihkan badan ( ya emang mau ada apa? –” ). Kejadian aneh justru saat saya sudah berpakaian rapi dan siap untuk keluar. Pintu kamar mandi ngga bisa dibuka, pemirsa! Dan saya baru menyadari kalau saya tidak mengunci handle. Tapi kenapa malah ngga bisa dibuka? JRENGG. Saya yang sedikit claustrophobic berusaha untuk tetap tenang. Berkali-kali handle pintu coba dibuka, tapi pengait dalamnya tak mau bergerak. Berusaha mengetok pintu –juga teriak– belum membuahkan hasil. Musik RnB yang jadi backsound terdengar lebih keras. Yakin akan tetap mustahil jika tanpa bantuan, saya coba untuk mencari cara agar bisa mendapat bantuan. Ada lubang ventilasi selebar tiga batu bata di atas pintu. Tapi karena tinggi dan ngga ada pijakan, saya urung menggunakannya. Berusaha untuk ngga panik, akhirnya saya memutuskan untuk ber-gangnam style aja. LHO?? Maaf ngelindur. *sigh*

Agar nggak panik dan serangan claustrophobic nggak makin menjadi, saya harus mencari tahu situasi luar. Setelah berpikir beberapa detik akhirnya saya memutuskan untuk menjebol ventilasi yang ada di pintu kamar mandi. TARRA!! Lubang sebesar 20 x 50 cm menganga sejajar dengan kaki. Selesai? Tentu tidak. Sambil celingak-celinguk cari korban untuk dimintai tolong, saya tetap berusaha menarik perhatian dengan terus mengetok pintu –sedikit menggedor. Tiap kali ada bayangan atau suara mendekat pintu balkon, suara yang saya timbulkan lebih keras. Lima menit, sepuluh menit, berlalu dan masih nihil. Perut sudah minta jatah, badan sudah lelah tapi untungnya saya belum pasrah. *cring* 😉

Keajaiban tiba-tiba muncul saat seseorang hendak mandi dan mengecek apakah kamar mandi lantai 2 kosong atau isi. Dia berjalan menuju kamar mandi tempat saya terkunci, dan dengan serta merta saya langsung memanggilnya.

Mas, bisa minta tolong dipanggilin petugas?” Saya memintanya untuk memanggil petugas dari gym karena saya ragu dia mau mendobrak pintu. Lebih baik pihak gym yang melakukannya, sekalian lapor kalau anggota gym-nya yang ganteng lagi apes di situ. 😉

Semenit kemudian datanglah petugas cleaning service membawa kunci duplikat. Dicoba beberapa kali, gagal. Akhirnya digunakan obeng. Hasil tetap sama. Saya memintanya untuk mendorong pintu agar terbuka –alih-alih mendobrak. Dan ternyata benar, pintu harus didobrak dari luar karena posisi pintu mengarah masuk.

Huufft, akhirnya saya keluar juga setelah tiga puluh menit terkunci di kamar mandi. Alhamdulillah, tidak lebih lama lagi. *seka keringat* 🙂

Dari hasil ‘keapesan’ malam ini, saya mendapatkan pelajaran; bahwa jangan mandi sendiri di malam Jum’at! Hehehe, nggak ding. 😛

Lesson learned :
1. Ternyata membawa ponsel selama mandi ngga ada salahnya. Kalau terjadi hal buruk, setidaknya kalian bisa menghubungi seseorang.

2. Diusahakan tetap tenang. Panik hanya akan memperburuk keadaan.

3. Berdoa. Usaha jelas tetap dilakukan, tapi juga mintalah pada-Nya untuk dimudahkan dalam kesulitan.

4. Ajaklah temanmu untuk mandi bersama. Selain mengantisipasi kalau terjadi apa-apa, kalian juga bisa menghemat pemakaian air. #SaveWater

5. Abaikan nomer 4 *sigh*

Advertisements