Dear Takita,

Baru saja Kakak mau menulis tentang pentingnya mendongeng untuk orangtua dan anak, eh datang surat dari Takita. Terimakasih ya 🙂 Kakak suka ide Takita untuk mendongengkan masyarakat. Takita anak yang pintar! Kakak tahu Takita masih sering dibacakan dongeng oleh Ayah dan Bunda, tapi walaupun begitu Takita tetap peduli dengan teman-teman Takita yang mungkin tak seberuntung Takita di rumah. 😦

Memang benar, kadang orangtua –karena kelelahan bekerja dan beraktivitas– tak sempat untuk membacakan dongeng sebelum tidur. Adik-adik diantar tidur oleh tayangan televisi, atau mungkin juga ‘hanya’ karena kelelahan bermain. Padahal dengan membiasakan membacakan dongeng, tentu adik-adik lebih merasa dekat dengan ayah-bundanya, bukan? Lebih merasa disayang. Kakak pernah membaca penelitian dari kakak-kakak yang pintar, kalau mendongeng itu banyak sekali manfaatnya. Bukan hanya untuk adik-adik, tapi juga untuk orangtua mereka. Misalnya nih, adik-adik akan lebih peka terhadap lingkungan. Lebih empati. Juga bisa meningkatkan kemampuan mendengar dan menyimak sejak dini. Selain itu, mendongeng juga akan merangsang kerja otak kanan. Tentu semuanya ini bagus, bukan?

Takita sayang, Kakak suka sekali gagasanmu. Kakak tahu, banyak adik-adik yang ingin sekali mendapatkan dongeng sebelum tidur. Jangankan adik-adik, teman-teman kantor Kakak pun sudah banyak yang tidak mendapatkan dongeng ketika mereka kecil. 😦 Kadang Kakak merasa beruntung dan bersyukur, dulu ketika Kakak masih kecil, Kakak masih mendapatkan dongeng sebelum tidur dari Ayah. Biasanya, satu jam sebelum waktu tidur, kami –Kakak dan adik, sudah bersiap di kasur. Sudah gosok gigi dan cuci kaki. Lalu Ayah akan mulai mendongeng. Tapi Ayah cerdik. Beliau selalu meminta kami juga bergantian mendongeng. Seru, kan! Kalau Ayah bisa mendongeng tentang Timun Mas, Malin Kundang, Kancil dan lainnya; kami yang belum banyak tahu lebih kreatif lagi. Kakak dan adik harus bisa ‘mengarang’ dongeng sendiri. Jadilah dongeng Raksasa Permen Pedas, Pasukan Semut dan Putri Pelangi jadi tokoh-tokoh dongeng kami. 😀 Tantangan Ayah ini adalah bagian yang kami suka karena kami bisa menciptakan dongeng sendiri. Memilih tokoh-tokoh imajinasi lalu berfikir tentang jalan ceritanya. Pokoknya seru. 😉

Takita yang pintar, maafkan Kakak karena telalu bersemangat cerita. Kakak ingin menunjukkan kalau mendongeng itu punya efek yang luar biasa! Sekali lagi terimakasih untuk suratmu. Semoga, semakin banyak ayah-bunda dan kakak-kakak di sana yang mulai membiasakan mendongeng sehingga semakin banyak pula teman-teman Takita yang beruntung. 🙂
Aamiin. Salam untuk Ayah-Bunda di sana ya.

Salam hangat,

Kak Mumu

Advertisements