gunungan #gerebegbesar #kraton #jogja #heritage #instaindo #instagood

A post shared by Aga (@pramoe) on

image

Udara panas yang menyelimuti kota Jogja tak mengurangi antusias warga dan tentu juga saya, untuk mengikuti rangkaian Grebeg Besar. Mungkin ada yang belum tahu, apa sih grebeg besar itu? Setiap tahun, Kraton Jogja selalu mengadakan tiga kali grebeg, yaitu Grebeg Mulud (memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW), Grebeg Syawal (menyambut bulan syawal) dan Grebeg Besar (menyambut Idul Adha di bulan Zulhijal yang sering disebut sebagai bulan besar oleh orang Jawa). Dimulai dari Pancaniti, tempat awal gunungan ini dibuat; saya menyaksikan iring-iringan prajurit kraton berjalan memasuki gerbang belakang menuju Siti Hinggil Kraton.

image

image

image

image

Ada sepuluh macam prajurit yang berarakan sebelum gunungan, yaitu Wirabraja, Daheng, Patangpuluh, Jayakarya, Prawirotama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa. Kesepuluh prajurit itu muncul dengan kostum, senjata dan musik pengiring yang berbeda. Setelah semua prajurit masuk ke dalam gerbang, prosesi selanjutnya dilakukan di dalam Kraton. Ada tiket masuk sebesar 10.000 jika ingin menonton dari dalam, tapi jika tidak bisa menunggu di halaman depan pagelaran. Acara di sini sama seperti di awal, prajurit ‘hanya’ sekedar numpang lewat saja sebelum menuju Masjid Gedhe Kauman. Yang unik, setelah gunungan sampai di depan pagelaran, prajurit bersenjata api akan menembakkan senjatanya (salvo) ke udara sebagai bentuk penghargaan. Gunungan sendiri adalah rangkaian makanan menyerupai gunung yang terdiri dari hasil bumi, sebagai tanda kemakmuran Kraton yang nantinya akan dibagikan untuk warganya.

image

image

image

image

Acara puncaknya adalah di depan Masjid Gedhe Kauman. Setelah didoakan oleh penghulu masjid, warga boleh ngalap berkah dari gunungan yang dibawa. Gunungan lanang berisi hasil bumi seperti kacang panjang, cabe merah, telur itik dan lain-lain, sedangkan gunungan wadon berisi makanan dari ketan. Keseruan dimulai dari sini. Saya yang tadinya hanya ingin mendokumentasikan acara ngalap berkah jadi terpancing untuk ikut mengambil sesuatu dari gunungan. Hal ini juga karena jarak antara saya berdiri dan gunungan kurang dari satu meter.

image

image

image

Satu kata untuk grebeg adalah KEREN! Apalagi kalau kita tahu filosofi yang terkandung di tiap prosesinya. Sebagai generasi muda, bukan saatnya lagi kita hanya merasa bangga. Tapi juga wajib melestarikan dan tahu asal-usulnya.

Advertisements