IMG_4119Apa yang kalian lakukan jika sedang berkumpul bareng teman? Bertukar cerita, nonton DVD atau pergi ke bioskop? Pindah ngobrol di cafe atau beradu suara di tempat karaoke? Semuanya pasti sering dilakukan. Tapi bagaimana dengan masak bareng? Sounds great? Yeah. Itu yang kami lakukan beberapa saat lalu, ketika mengunjungi rumah pasangan teman –sebut saja Nicko dan Lala, bukan Kumbang dan Bunga–Β  di Bandung.

Agenda pertama yang harus dilakukan yaitu menyusun menu. Walaupun beberapa di antara kami bertujuh ada yang bisa masak, tapi harus diakui bahwa membeli makanan di luar adalah pilihan sehari-hari. Menyusun menu adalah hal seru pertama kali yang kami diskusikan. Mulai dari memilih masakan yang sekiranya mudah untuk dibuat, kandungan gizi (terutama protein) untuk Lala yang sedang hamil muda, sampai ke bagian menu-menu pelengkap yang memang lebih lengkap dibanding menu utama. Haha.

Setelah menyepakati menu yang dipilih, akhirnya kami meluncur ke supermarket untuk berbelanja bahan-bahan kebutuhan memasak. Pilah-pilih, akhirnya selesai. Dengan percaya diri seubun-ubun dan keyakinan a la chef profesional, akhirnya petualangan dilanjutkan ke rumah NickoLala.

Here we go! Pembagian tugas dilakukan. Yang (mengaku) bisa memasak, mendapat tugas lebih banyak. Eka — si cewek berkerudung hitam– yang berjanji memasak sup udang dan tumis sayuran segera melakukan tugasnya. Saya, yang kebagian tugas menggoreng ikan, tempe dan mengulek sambal, segera menyelesaikannya sebelum cacing di perut berdemo besar-besaran. Hijrah ( kaos kuning )–yang datang jauh-jauh dari Aceh– memilih membuat minuman penutup yang diakuinya segar membahana jaya suprana : es jeruk mint ( yang lebih mirip seperti sayur mint kuah jeruk yang seger banget, hahaha ). Yang lain ( Fajri dan Angga ) sibuk menjadi asisten kami.

Satu jam berlalu, akhirnya masakan buatan kami selesai. Setelah sholat duhur, kami pun segera melahap hingga kenyang. Yummy!!

Memasak untuk kemudian disantap bersama tentu lebih merepotkan dibanding dengan kalau kita memilih untuk pergi ke restoran. Tapi ada banyak hal yang bisa kita dapat pada saat melakukan hal ini IMG_4149IMG_4147IMG_4162IMG_4165 IMG_4179bersama-sama teman. Kedekatan satu sama lain akan semakin merapat saat kita bersama melakukan hal ‘ribet’ bersama. Pun, sifat asli dan karakter teman kalian juga bisa dilihat di sini. Siapa yang easy going, rajin, time management-nya bagus, bossy, you named it. Hahaha. Di luar itu semua, kita akan lebih menghargai proses ( di sini adalah memasak ) ketimbang hasil akhir. Itu yang tidak akan didapatkan saat kita memutuskan untuk “Udah deh, ke restoran aja. Daripada ribet.”

NOTE: Untuk yang ingin mencoba resep Sup Udang kreasi dari Eka, saya akan bagikan resepnya. Check this out!

SUP UDANG A LA WICIS
Bahan :
500 mg Udang
1 buah tomat merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 batang daun bawang
3 batang daun seledri
Jahe
1/2 sendok teh lada bubuk
1/2 air perasan jeruk nipis
Garam secukupnya
Minyak secukupnya
Kaldu
Cara membuat :
1. Rajang bawang merah, memarkan bawang putih lalu rajang halus.
2. Rajang kasar daun bawang dan daun seledri.
3. Tuang minyak goreng sedikit, tumis bawang merah dan bawang putih hingga kecoklatan dan harum.
4. Masukan air kaldu secukupnya, biarkan hingga mendidih.
5. Memarkan jahe, masukan ke dalam kaldu.
6. Masukkan udang, beri garam secukupnya dan lada bubuk.
7. Potong-potong tomat, lalu masukkan ke dalam kaldu berikut juga dengan air perasan jeruk nipis.
8. Terakhir masukkan potongan daun bawang dan daun seledri.
9. Angkat dan siap untuk disantap
Porsi : untuk 3 orang

Selamat mencoba! πŸ™‚

Advertisements