Enam hari yang lalu, saya menantang teman-teman yang suka menulis untuk membuat cerpen atau flash fiction bertema “Keluar dari Zona Nyaman” dan saya janjikan sebuah buku Jurai dari Guntur Alam untuk yang beruntung. Naskah sudah masuk, dan beberapa orang yang tertantang itu adalah:

1. Untukmu Indonesia – @hatifah_hs

2. Kebusukan di balik Tembok yang Nampak Kokoh – @LiaWardha

3. Izinkan Aku Pergi dari Pelukanmu Malam Ini – @momo_DM

4. Tampar Aku, Mas! – @ry4nn_

5. ORIGAMI – @Zamalfaris

6. Pilihan Aline – @embunbeningpagi

Setelah membaca ulang, berdiskusi dengan Guntur Alam, merenung, naik ke pohon lalu makan nasi padang (halah!), akhirnya didapatkan satu nama yang berhak mendapatkan novel Jurai. Saya memilih cerpen ini karena Aline berani keluar dari zona nyamannya –walaupun ia bakal menanggung resiko. Pilihan sulit baginya, pasti. Yang masih harus diperhatikan, masih ada typo. Juga pilihan diksi yang kurang smooth. Sebelum diumumkan, saya akan cuplik komentar Guntur tentang cerpen ini.

‘Pilihan Aline’ cukup sempurna untuk cerita pendek.Dia bahkan bisa bermain dlm 2 POV sekaligus, sebab perselingkuhan juga cukup jelas. Sebagai pembaca, aku bisa membayangkan kenapa Aline begitu; suami yg stroke, Aline masih muda, butuh cinta. Cuma agak bingung kok bisa lesbi. Perasaan ketika menunggu seseorang juga terasa, bahkan debar-debar perselingkuhan juga cukup oke. Ya, walau beberapa diksi agak kurang pas. Tapi dibanding yang lain, ‘Pilihan Aline’ lebih oke. Judulnya pun terkesan manis -walau standar. Prolog bagus, ending lumayan. Jadi, aku pilih ‘Pilihan Aline’.

Selamat kepada @embunbeningpagi. Tunggu Jurai di tanganmu. Kepada yang lain, semoga tetap semangat dan terus berkarya. đŸ˜€

Advertisements