Sumpah Pemuda, sebuah gebrakan dahsyat yang dicanangkan oleh generasi muda kala itu. Mereka berani mengambil 3 sumpah yang mereka yakini akan mempererat persatuan bangsa.

image

Berpuluh-puluh tahun kemudian-saat ini, masih beranikah kita melakukan hal yang sama? Bersumpah atas tanah air, bangsa dan bahasa yang satu : Indonesia? Perlu direnungkan kembali pertanyaan tadi; buat saya pribadi, kamu
dan siapa pun yang membaca. Sumpah itu bukan sumpah biasa, bukan pula sumpah serapah apalagi sumpah pocong (kidding! :P) Sumpah yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 itu adalah bentuk tanggung jawab generasi muda. Bukti bahwa sebagai kaum muda mereka juga punya rasa memiliki atas bangsa ini, menyadari bahwa Indonesia kaya perbedaan dan berusaha mempersatukannya melalui Sumpah Pemuda.

Perbedaan, itu yang mendasari adanya Sumpah Pemuda. Berbeda itu indah, beragam itu mengayakan, dan sama itu membosankan. Tak perlu takut.Kita tahu, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar; yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa dan keragaman yang lain. Jadi mengapa takut untuk menjadi beda? Kita tak perlu menjadi orang lain untuk bisa diterima. Tak perlu pula menjadi suku tertentu atau menguasai bahasa khusus untuk menjadi bagian dari pemuda Indonesia. Cukup 1 pemersatu : indONEsia.

Kini, 85 tahun umur Sumpah Pemuda. Harusnya kita sudah bisa merayakan perbedaan, bukan lagi mempermasalahkannya. Karena beda itu yang membuat kita kaya, membuat kita semakin tahu dan mengajari kita untuk menghargai. Kalau semua sama, kita bahkan tak pernah mengetahui apa keunikan yang lain. Sangat mungkin, kita tak belajar apapun.

Apa yang bisa diperbuat sebagai bagian dari pemuda Indonesia? Gampang! Tak perlu senapan, tak butuh segala macam teknik perang. Kita hanya perlu bergerak bersama untuk memberantas musuh utama : penjajah atas perbedaan.

Saya bisa, kita semua bisa!

Advertisements