image

Pagi ini senyum langsung mengembang begitu buka notifikasi dari aplikasi Timehop. Salah satu foto yang terposting –empat tahun lalu– memaksa ingatan masuk ke mesin waktu dan melesat tepat saat foto itu diambil.

Saat itu, saya dan teman-teman dari komunitas Fiksimini Jogja berusaha membantu meringankan beban pengungsi gunung Merapi. Atas nama #FiksiminiforMerapi kami menggalang bantuan donasi uang dan (terutama) buku-buku dan mainan untuk warga Merapi. Kami juga mengadakan program trauma healing untuk anak-anak. Menemani bermain, belajar bersama dan menyalurkan bantuan dan alat peraga pendidikan. Saat itu, senyum mereka saat menyambut kami langsung bisa meruntuhkan ketakutan-ketakutan kecil karena suara gemuruh dari gunung Merapi yang terdengar jelas. Desa Srumbung memang salah satu desa di Kabupaten Magelang yang termasuk rawan bahaya, saat itu.

Melihat foto ini saya jadi bersyukur. Bukan atas musibah yang terjadi, tapi untuk mendapatkan kesempatan berbagi, mengenal diri sendiri, belajar untuk lebih bisa menerima keadaan, lebih banyak bersyukur dan banyak pelajaran lainnya. Mungkin, jika tidak dengan reaksi alam seperti ini, saya masih manusia biasa yang melakukan hal-hal biasa untuk diri sendiri. Empat tahun lalu, mengubah pola pikir saya terhadap dunia sosial bahwa bahagia adalah bisa berbuat sesuatu untuk orang lain.

Musibah, memang selalu punya satu sisi untuk kita bersyukur.

Advertisements