Apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata museum? Kuno, jadul, nggak menarik, atau nggak gaul? Simpan kata-kata itu dulu sebelum jelajah museum. Ada banyak hal yang bisa didapat di museum, yang membuat kita sebagai ‘manusia sekarang’ lebih menghargai proses dan membuat kita lebih haus lagi untuk menggali cerita.
image

Salah satu museum yang tanpa sengaja saya kunjungi ketika sedang menjelajah Kota Tua di Jakarta adalah Museum Wayang. Kenapa harus museum ini diantara banyak museum lain di sekitarnya? Jawabannya adalah karena tempat ini yang terdekat dari tempat saya berdiri. Hehe..

Museum yang awalnya bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda) ini mempunyai bangunan yang unik. Meskipun dibangun pada tahun 1640 dan sempat mengalami kehancuran karena gempa bumi, museum ini baru diresmikan menjadi museum wayang pada tahun 1975. Jangan dibayangkan bahwa isinya melulu wayang (iya, wayang yang ada di benak kalian). Di sini, ada banyak koleksi boneka tangan seperti Unyil dan keluarganya, boneka-boneka sumbangan dari negara tetangga dan masih banyak lagi. Bahkan, untuk satu karakter Gatotkaca, misalnya, kalian bisa melihat dari berbagai versi di daerah Jawa.
image

image
Salah satu boneka pemberian negara tetangga
image
Di salah satu sudut, lantai dialihfungsikan sebagai media info
image
Boneka Unyil dan semua karakter yang dulu ditonton di TVRI, ngumpul di sini

Cukup dengan merogoh kantong sebesar lima ribu rupiah, selain bisa naik mesin waktu —menjelajah masa lalu, kalian juga bisa mengenal lebih dekat tentang kebudayaan dan kesenian bangsa sendiri. Dan, saya yakin, kalian akan semakin mencintai bangsa Indonesia.

Advertisements