Biasanya orang-orang hanya terpaku pada Borobudur saat menjelajah Muntilan-Magelang. Jarang sekali yang punya tujuan alternatif yang unik. Padahal, di Kabupaten Magelang ini banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi dan dijadikan obyek foto. Sebut saja Candi Ngawen, Kerkhof Muntilan, Klenteng Hok An Bio. Tapi bukan itu yang jadi tujuan saya kali ini. Beberapa hari lalu, saya penasaran dengan sebuah foto dari situs pencari yang ditunjukkan seorang teman. Bentuknya unik, lokasinya tersembunyi. Namanya Gereja Merpati (ada yang menyebut Gereja Ayam, Gereja Burung, Gereja Manuk-manukan). Saat itu juga saya menanyakan ke tiga teman yang tempat tinggalnya tergolong dekat dengan lokasi. Nihil. Mereka bahkan nggak tahu kalau tempat itu ada. Kabar baiknya, mereka mau membantu menanyakan ancer-ancer ke teman mereka.

Berbekal info dari rantai pertemanan itu, saya memutuskan untuk ke sana (setelah menikmati sunrise di Punthuk Sitembu). Lokasinya tak terlalu membingungkan, sebenarnya. Gereja Merpati terletak di Desa Kembanglimus, tepatnya di bukit Rhema. Dari daerah Borobudur, ambil jalan ke arah Salaman. Ikuti jalan sampai sebelum jalan turun, belok kiri. Susuri jalan setapak. Jalan menuju Gereja Merpati hanya bisa dilewati dengan berjalan, jadi parkirkan kendaraan tepat di jalan menuju lokasi.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/462/17503010/files/2015/01/img_04191.jpg

Memang ‘hanya’ berjalan sejauh 200 meter untuk sampai lokasi, tapi jalanan batu menanjak dan licin membuat harus lebih berhati-hati. Napas terengah-engah dan keringat yang bercucuran terbayar langsung ketika kepala merpati muncul di permukaan.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/462/17503010/files/2015/01/img_0550.jpg

Puncak bukit yang vegetasinya terbilang rapat dan dipagari Pegunungan Menoreh itu berdiri bangunan unik berbentuk unggas. Terdiri dari dua lantai, bangunan ini kabarnya adalah gereja namun belum pernah digunakan karena pembangunannya tidak selesai.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/462/17503010/files/2015/01/img_0446.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/462/17503010/files/2015/01/img_0442.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/462/17503010/files/2015/01/img_0441.jpg,

Untuk masuk ke dalam perut merpati –yang langsung menuju lantai 2– kita bisa masuk melalui lubang di samping bangunan. Dari situ, kita harus melewati beberapa ‘kamar’ dan ruangan buntu untuk sampai. Di lantai 2, ada bangunan seperti aula yang lumayan besar. Sebuah tangga kayu kecil bisa kita pakai jika ingin sampai di paruh merpati. Sayang, dekorasi dan bentuk bangunan di dalam ini sudah tak berbentuk. Aksi vandalisme justru mendominasi.

Lalu, sebenarnya apa sih Gereja Merpati ini?

Selain gereja, bangunan ini sempat disebut-sebut sebagai pusat rehabilitasi narkoba. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya proses pembangunan terhenti dan menjadi terlantar seperti sekarang.

Banyak rumor yang beredar tentang masa lalu bangunan ini. Apapun itu, Gereja Merpati menyimpan kemegahan dan keunikan tersendiri dari segi arsitektur. Layaknya kita mau dan bisa menjaganya, agar aksi vandalisme tidak semakin merusak keunikannya.

Advertisements