image

Ia selalu mengirimkan pesan yang sama ke nomer ponsel yang diyakininya sebagai nomer kekasihnya, tiap hari.

Ia selalu mengirimkan pesan dengan isi yang sama –rindu yang membuncah berbalut kalimat klise.

Ia selalu mengirim pesan yang sama, pada jam yang sama. Pukul delapan. Waktu yang diyakininya sebagai waktu istirahatmu tiap malam.

Ia terus mengulanginya, tak patah semangat. Walaupun di ujung sana, pemilik nomer ponsel itu telah mengabaikannya.

Advertisements