Mendengar atau membaca tempat bernama Punthuk Setumbu pasti identik dengan perburuan sunrise. Tempat di kawasan Candi Borobudur ini memang terkenal dengan keindahan matahari terbit itu.

2015/01/img_1131-0.png Dengan pemandangan semburat oranye, kabut tipis dan segarnya udara pagi, kita akan disuguhi Candi Borobudur dari bukit berketinggian sekitar 400 meter. Hanya dengan membayar 15 ribu untuk ongkos masuk (dan tambahan 25 ribu untuk jasa ojek yang siap mengantar ke pintu masuk), pengalaman menikmati sunrise di Punthuk Setumbu bisa jadi salah satu pagi terbaikmu. Tapi apakah hanya akan mendapatkan pemandangan sunrise saja? Tentu tidak. Nih, saya rangkum beberapa hal yang (mungkin nggak kamu sadari) bisa didapatkan jika pergi ke Punthuk Setumbu.

1. Sehat
Kenapa? Karena untuk menikmati sunrise, kita selalu harus ‘dipaksa’ bangun pagi. Pukul 3 atau 3.30 dini hari harus sudah siap-siap. Tergantung jarak ke lokasi, memang. Tapi tetap saja, harus bangun pagi judulnya.

2. Melatih Persendian
Punthuk Setumbu yang terletak di daerah perbukitan di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Kabupaten Borobudur ini membuat kita mau tak mau harus berolahraga pagi. Jalan yang menanjak, membuat mata ngantuk jadi lebih terjaga. Istirahat lah sesekali terutama buat kamu yang nafasnya belum terlatih. Saran saya, berjalan sambil ngobrol dengan teman. Pasti perjalanan menuju tempat sunrise jadi lebih menyenangkan.

3. Melatih Kesabaran
Kok bisa? Iya dong. Kesabaranmu bakal diuji mulai dari pintu masuk menuju jalan setapak untuk naik. Banyaknya wisatawan yang juga punya niat yang sama denganmu, membuat kakimu harus mau berkompromi dengan langkah kaki di depanmu. Terlebih jika mereka adalah orang tua. Sabar ya 🙂
Sesampainya di Punthuk Setumbu, kamu juga masih harus bersabar untuk menikmati sunrise. Kadang masih terlalu pagi, kadang matahari terhalang kabut atau teman yang merengek minta diantar ke kamar mandi (nggak nyambung ya). Hehe. :-p

4. Kompak
Terutama untuk kamu yang pergi dengan teman, pacar, gebetan, selingkuhan atau rombongan. Pergi dengan orang lain membuat kita harus berkompromi dengan mereka. Tentang waktu dan kesediaan menunggu, misalnya. Semua itu membuatmu makin kompak dengan temanmu. Nggak mungkin lah kamu ngeloyor sendirian sementara temanmu masih ngucek-ucek mata. 😀

5. Bersyukur
Sebenarnya tak perlu ke Punthuk Setumbu untuk (bisa) bersyukur. Tapi percayalah, dengan menikmati paduan kesegaran alam, keindahan sunrise dan kesyahduan pagi; niscaya –sadar atau tak sadar– bakal membuat kita mengingat Yang Kuasa. Yakan? 😀

2015/01/img_0315.jpg

Mungkin untuk kalian yang sudah pernah ke Punthuk Setumbu punya tambahan (atau bisa jadi malah nggak ngeh karena fokus ke tujuan). Apapun itu, selamat berpetualang. Selamat menikmati hal-hal kecil yang tak kita sadari selama perjalanan.

Advertisements