tak kenal maka tak sayang

Dulu, awal saya follow @fiksimini karena ada salah seorang teman yang merekomendasikannya. Katanya, “Kamu kan suka nulis, coba deh liat akun fiksimini. Seru.” Memang seru meskipun awalnya saya bingung. Bagaimana bisa membuat cerita hanya dengan 140 karakter? Tapi itulah serunya, itulah tantangannya. Seminggu-dua minggu, saya hanya menjadi follower pasif. Sampai pada akhirnya memberanikan diri untuk mencoba, ketagihan dan kemudian beruntung di-retweet @fiksimini. Efek dari retweet inilah yang sangat luar biasa. Bukan hanya jumlah follower yang meningkat, tapi saya juga mendapatkan sahabat yang sampai saat ini masih terus berkomunikasi —meskipun paling sering tetap lewat medsos. Sahabat-sahabat baru itu adalah fiksiminier dari seluruh kota di Indonesia. Ke manapun pergimu, jika kamu adalah fiksiminier, niscaya akan disambut baik oleh fiksiminier lainnya. Walaupun belum pernah bertemu sebelumnya. Sedekat itu persaudaraan kami. 



Gathering Nasional 2010

Dari tahun ke tahun, @fiksimini mengembangkan sayapnya. Tak hanya di bidang tulis-menulis, tapi juga merambah dunia seni lainnya. Perhelatan Festival Filmmini dan Lagumini adalah contohnya. Di sini kreativitas fiksiminer semakin tertantang. Selain di bidang seni, sebagai makhluk sosial, fiksiminier juga tergerak untuk mengadakan kegiatan sosial. Mulai dari buka puasa bersama, ke panti asuhan atau juga sebagai relawan trauma healing saat musibah Merapi. 



Fiksimini for Merapi dari fiksiminier Jogja

Terbayangkah saya akan melalui lima tahun menyenangkan hanya dengan mengikuti sebuah akun di medsos? Tak pernah sama sekali.  Tapi dengan @fiksimini, saya tak hanya mendapatkan kesenangan dan ilmu menulis, tapi juga pengalaman, persahabatan dan kesempatan mengenal dan mengikuti acara seru.

Terima kasih, @fiksimini. Teruslah menjadi ladang imajinasi dan hutan ide tiada tepi. Salam imaji!  

Advertisements