Apa tujuanmu menulis? 

Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya, mungkin saya akan diam sejenak. Jawaban sekarang dan saat saya mulai menulis (blog) dulu sudah berbeda.

Saya mempunyai blog pertama kali sekitar tahun 2007-2008, saat itu masih memakai blogspot. Tujuannya adalah ‘merangkum’ tulisan-tulisan saya yang ada di Friendster, note FB dan di buku catatan. Ya. Awal tujuannya sesederhana itu. Tahun 2010 saya mulai hijrah ke wordpress, diikuti tumblr beberapa tahun kemudian. Kali ini tujuannya lebih serius; saya ingin banyak yang membaca tulisan saya. Tak terkecuali generasi setelah saya. Anak-cucu, terutama. Saya ingin mereka tak hanya mengenal saya melalui foto-foto kegiatan atau selfie saja, tapi juga mengenal bapak/kakeknya dari tulisan, gagasan, ide dan coretan apapun yang tertuang. 

Hari ini dirayakan sebagai Hari Blogger Nasional. Sebuah euforia yang mulai ‘dipatenkan’ sejak 2007 oleh Mohammad Nur, Menkominfo era SBY. Hari ini saya kembali merenung, sebuah perjalanan yang tak sebentar untuk mengenal blog namun saya masih terkesan tak serius merawatnya. Hari Blogger Nasional seperti sebuah cubitan kecil di pipi yang membuat saya kembali mengingat alasan saya menulis. Ada satu lagi ‘teguran’ dari teman melalui linimasa Twitter-nya. Kira-kira begini,

Bedakan antara blogger dan yang hanya punya blog

Plak! 
Jadi, apa tujuanmu menulis? 

Advertisements