#2
Dear A,  
Malam itu akan selalu kuingat sebagai malam di mana aku mulai menjadi laki-laki pemelihara kupu-kupu. Ketika malam semakin tua dan cerita yang terkumpul dari bibir kita seolah rangkuman sebagian hidup. Menelanjangi selaput yang dipakai sebagai tameng.

Malam itu,  kali pertama aku mempersilakan kupu-kupu beranak pinak di perutku lewat tatapan dan senyum yang mengembang di sela-sela ceritamu. Kupu-kupu yang kubiarkan bersarang, kupelihara dan kurawat seolah mereka adalah titipan Tuhan.

Dan malam itu pula, A, resmi sebagai malam penanda hari-hari selanjutnya tak lagi biasa. Kini aku punya banyak kupu-kupu yang riang beterbangan tiap kali apapun tentangmu terlintas.
Seperti kali ini, saat kuselesaikan tulisan ini.

Advertisements