#3

Dear A,
Saat punggungmu menjauh dari pandangan, saat itu pula dadaku terhempas gelombang besar. Riak-riak air liar yang tajam seolah tak menyisakan ruang untuk bernapas. 

Sesak.

Untuk melahirkan rindu, kita harus berjarak dulu

Tak ada yang menyukai perpisahan, kita tahu. Tak juga aku, atau pun kamu. Tapi kesedihan jangan dibiarkan berlarut. Gelombang liar di dadamu tak selamanya pasang. Ada saatnya surut. 

Jeda membuat kita tahu bahwa rindu sudah beranak pinak. Jeda membuat kita sadar bahwa temu adalah satu-satunya jawaban. Dan pelukmu, adalah penawar tak terbantahkan.

Punggungmu sudah tak terlihat, dan janin rindu di dadaku mulai bergejolak. Ia akan dewasa lebih cepat dari yang kita kira. 
Tenang, A, berpisah adalah cara untuk bertemu lagi.

Advertisements