#4

  

“Aku sakit.”


Sebuah pesan singkat darimu mampu membuatku melesat jauh ke selatan, pukul sebelas malam lebih dua puluh menit. Hujan sejak siang tak menyurutkan niatku untuk melihat keadaanmu. Mungkin ini berlebihan, tapi jujur, aku memang khawatir. Setelah puasa temu dua minggu, mendengar kabar sakitmu adalah petir di siang bolongku.

Aku melintasi jalanan yang lenggang. Tak banyak pengendara yang lewat. Malam dingin dan hujan yang stabil membuat orang-orang tak menemukan pilihan selain mendekam di balik selimut hangat. Seperti aku yang tak punya pilihan selain menemuimu.
Setibanya di rumahmu, kudapati kau tengah meringkuk lemah di dalam selimut Teddy Bear kesukaanmu. Tisu bekas berserakan di sekitarmu. Kamu flu juga? Kumatikan televisi yang sejak tadi menyiarkan sesuatu yang tak membuat wajahmu berpaling melihatnya. Kau hanya butuh teman, aku tahu itu.
“Hei..” katamu lirih. Kau menyadari keberadaanku. Senyumku mengembang seadanya. Susah sekali melempar senyum dalam keadaan seperti ini. Kusodorkan segelas air putih. Kau tak punya kopi atau coklat kemasan untuk dibuat minuman hangat. Dan rencanaku keluar ke minimarket terdekat, kau cegah. Kamu di sini saja, aku lebih butuh kamu. 


Kuatur posisi dudukku agar kepalamu yang bersandar di perutku lebih nyaman. Tak sampai lima menit, kau sudah terlelap. Jangan bermimpi, sayang. Mimpi hanya mengurangi kualitas tidurmu
Pukul setengah dua pagi. Kau masih tak mengubah posisi tidurmu sementara kakiku mulai kesemutan. Lagu I Don’t Wanna Miss a Thing kuputar terus di kepalaku. Sesekali bergumam bagian lirik favorit untuk mengusir kantuk. Selimut yang tersibak di kakimu, hati-hati kuletakkan kembali ke tempatnya. Sementara tangan kananku tak henti mengusap pundak, sesekali rambutmu. Semoga apa yang kulakukan bisa membuatmu nyaman, A. Kau tersenyum samar, seolah mendengar kalimat yang bahkan tak kulisankan. Aku memang tak punya minuman hangat untukmu, tapi aku selalu punya secangkir pelukan nyaman tiap kali kau butuhkan.

ps :

Sudah hampir subuh, A. Ia datang membawa bahagia. Kau semakin pulas dan keadaanmu semakin membaik. Lekas sehat ya.

Advertisements