Dear A, 

Aku ingin menjadi apapun saat kau terlelap. Mungkin baju tidurmu yang longgar dengan warna pudar, yang membuatmu leluasa bergerak. Aku ingat, kau punya satu baju tidur favorit. Bergambar bayi beruang yang kuyakin tak lagi sama warnanya saat kau beli dulu. Ini nyaman, alasanmu saat kutanyakan kenapa masih saja kau kenakan. 

Atau mungkin aku menjadi selimutmu, yang senantiasa setia memeluk dan menghangatkan tubuhmu dari udara lembab karena hujan semalaman. Yang menyamankanmu saat suhu tubuhmu gigil dan butuh meringkuk dalam pelukan kehangatan. 

Tapi saat ini, mungkin kau sedang tak nyaman dengan selimut. Suhu udara sedang panas-panasnya. Kau lebih suka terlelap dengan pendingin udara. Ah, mungkin aku bisa menjadi sejuk yang senantiasa mengantarkanmu memasuki alam tidur. Sejuk yang membuatmu tak berkali-kali bangun untuk menyeka keringat atau meneguk air putih karena dehidrasi. Aku ingin menjadi sejuk yang menyamankanmu.

Dan ya, 

Aku ingin menjadi nyaman yang melahirkan senyuman paling kuingini. 

Advertisements