Dear A,

Aku mengenalmu sebagai pribadi yang menyenangkan, sebagai seseorang yang mampu membangunkan senyum di saat suram. Seseorang yang bisa mengubah ladang kering di hati menjadi kebun bunga cantik penuh kupu-kupu yang beterbangan hingga rongga perut. Aku mengenalmu lebih dari cukup. Sejak pertama menatap, mengikuti cerita seru langsung dari mulutmu hingga apa saja yang ada di media sosialmu. Dari apa yang kau sadari hingga sesuatu yang tak mau kauakui.
Aku menyukaimu, mengagumi kepribadianmu. Sesuatu yang nantinya — kutahu– bisa berubah jadi cinta. Kau boleh menyebutku orang paling kepo. Kau boleh melabeliku pria paling ingin tahu. Begitu lah, aku adalah orang yang mengangumimu, yang selalu lapar akanmu. Dan, A, andai kau tahu. Semakin mengenalmu, aku semakin menyayangimu. Tanpa tapi, tanpa barangkali. Terlebih, aku semakin mengenali seorang pria yang rela melebarkan batas sabar. Ia yang mau membuka hatinya lebar untukmu. Ia yang ikhlas menyelipkan namamu di antara nama ibu dan keluarganya dalam tengadah tangan selepas lima sujud. 
Karena A, semakin mengenalmu, aku semakin mengenali diriku.

Advertisements