Usiaku beranjak senja. Ingatanku juga akan semakin menua. Beberapa memori yang kusimpan satu per satu mungkin akan menghilang. Entah dimakan usia atau karena cuaca. Kenangan tentangmu — yang kusebut abadi — adalah harta yang masih terus kupelihara. Tapi, memelihara bukan berarti lantas tak berisiko kehilangan, bukan? Sungguh hal menakutkan yang seringkali menghantuiku. Siang-malam, pagi-petang.

image from Google

Ketakutan membuatku lebih rajin menyapamu. Mengunjungimu dengan tulisan, dengan goresan, dengan menelusuri sisa-sisa jejak gandengan tangan. Jika suatu saat ingatanku benar-benar kehilangan seluruh hartanya, setidaknya aku masih punya rekam jejak yang bisa kau baca. Kau boleh pinjam buku gambarku, buku tulisku, atau membuka apapun media sosialku. Semuanya terekam jejakku tentangmu, jejak kita dan segala yang bersinggungan di antaranya.

Jika kau masih meragukan perasaanku hari ini, kau akan temukan jawabannya nanti. Entah beberapa menit lagi, atau waktu yang tak pasti. Pokoknya, nanti.

Advertisements