Bukan kata-katamu yang menyakitkan, tapi justru diammu yang membunuhku perlahan.

Saat surat ini sampai di tanganmu, mungkin aku sudah sekarat. Terbunuh olah ketiadaan kabarmu, kehampaan malam yang semakin panjang tanpa senyum yang biasa mengantarku tidur, tanpa ucapan selamat pagi serupa sarapan penambah energi.

Jarak sesungguhnya dari sebuah hubungan adalah diam; bukan benua, bukan semesta. Kita adalah dua manusia yang diciptakan untuk menguatkan, bukan melemahkan dengan mendiamkan.fullsizerender

Kemarilah. Kita bicara seperti biasa, lipat jarak yang ada dan semua akan baik-baik saja.

Advertisements