Dear A,

 

 

Sejak semakin mengenalmu, aku makin memantapkan diri untuk mengajakmu berpetualang. Mengajakmu menjelajah jalan-jalan asing maupun gang-gang yang tak terbaca di peta. Jalan yang tak akan selamanya lurus dan mulus. Ada lubang, persimpangan, tanjakan, dan terpaan cuaca selama perjalanan.

Genggam tanganku, tak perlu terlalu erat. Kita bisa saling melepaskan jika memang waktunya istirahat. Sesekali jalan bersimpangan, agar tahu merdunya teriakan panggilan, agar paham indahnya kebersamaan, dan agar sadar nyerinya rindu yang menggelegar.

tumblr_nbyotto2ro1qhttpto5_500

http://theartofanimation.tumblr.com

 

Jeda, tetap dibutuhkan untuk semua pasangan. Kau tentu ingin berkembang, dan aku tak berhak mengekang. Jika nanti di jalan kau ingin memetik bunga atau membeli buah, silakan –sejauh itu tak merugikan.

Aku tak bisa menjanjikan peluk untuk selalu ada, juga bahuku tak selamanya tersedia. Bukan, bukan karena berkurangnya rasa sayang; tapi justru untuk lebih menguatkan. Kau tak perlu risau. Sejauh masih satu tujuan, doa kita pasti akan saling menguatkan.

 

 

 

salam.

 

*humsafar

Advertisements