Mendisplinkan Diri

Mungkin kita harus merasa malu terlebih dahulu untuk bisa disiplin, disusul membiasakan diri. Lalu diulangi.

Kenapa harus merasa malu? Bayangin aja, saat kamu ada di lingkungan baru atau di tempat umum atau di negara orang dan kamu salah satu (atau satu-satunya) yang ngga disiplin, bakal merasa malu ngga? Kalau aku sih, iya. Tapi jawabannya bisa beragam. Bisa jadi kamu ngerasa “Biasa aja ah” atau “Gue bukan satu-satunya yang gini kok. Yang lain ada juga” dan beberapa alasan pembenaran lainnya. Di saat seperti itu harusnya menjadi malu adalah sikap yang sangat keren.

Ngga bisa dipungkiri bahwa sebuah kebiasaan kecil bisa berdampak besar kalau dilakukan terus menerus. Kamu terbiasa bangun pagi, misalnya, artinya kamu punya waktu lebih banyak sebelum berangkat ke kantor atau kuliah. Di antara waktu itu beragam kegiatan bisa kamu lakuin. Sederhana, tapi dampaknya besar.

Abdi dalem di lingkungan Kraton Yogyakarta

Seperti seorang abdi dalem yang kulihat tadi pagi. Aku yakin bapak itu menerapkan disiplin sejak dini. Dia sedang bertugas, stand by sendirian dengan masker tetap ada di posisi yang benar. Sebuah hal kecil yang penting di saat pandemi ini, bukan? Sepele, tapi tak jarang kita melihat orang-orang —atau mungkin kita juga pernah melakukannya— bermasker tapi ngga menutup sempurna, atau sengaja diturunkan saat ngobrol atau pas ngga ada orang lain. Seolah-olah masker atau protokol kesehatan hanya dilakukan untuk kepentingan orang lain. Atau hanya agar tidak ditegur, tidak dikomen.

Pagi ini dari seorang bapak tua abdi dalem aku belajar bahwa disiplin adalah tanggung jawab pribadi. Bukan karena orang lain, bukan karena peraturan tapi untuk diri sendiri.

Sehat terus kita semua!

Published by

pramoe aga

Halo! Terima kasih sudah berkunjung. Silakan menikmati tulisan-tulisan yang sengaja dibuat agar tidak terlupa, agar abadi, agar dapat terbaca disaat kita tak lagi mampu mengingat.

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s