13 hari sebelum 19

Aku sedang bersedih, maka aku memutuskan memakai baju berwarna kuning. Mungkin akan lebih sering, seiring masih riuhnya perayaan patah hati.

Tak ada yang bisa membuat hariku lebih cerah dari memakai baju kuning. Setidaknya, warna ini bisa menyamarkan lebam di hati dan bengap di wajah karena kurang tidur akibat serangan kenangan.

Hari ini aku memakai baju kuning. Bukan sekadar alasan penyamaran tapi juga alasan personal. Kuning adalah kamu, yang masih ingin kugenggam tapi lebih memilih melepaskan genggaman. Kamu yang masih awam dengan jarak, dan kewalahan saat berjibaku dengan rindu. Kamu yang kesepian karena ketidakhadiranku lebih banyak menghiasi hari-harimu. Detik-detik kita.

Kita. Sebuah kata yang tak lagi bermakna karena kini hanya ada aku, kamu dan kosong; sebuah ruang hampa yang menganga lebar di antaranya.

Hari ini aku memakai baju kuning, entah sampai kapan. Mungkin sampai memarku hilang, atau mungkin sampai warnanya pudar.

Aku masih berharap, jika memang tak bisa saling mengenggam, setidaknya kita saling memaafkan: untuk yang telah dan untuk yang belum pernah. Masih banyak hutang yang entah harus dilunasi atau dipaksa mati.

🌝🟡🟡🟡🟡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s