Kapan Terakhir Menangis?

crying is only way your eyes speak when your mouth can’t explain how things made your heart broken   Minggu lalu saya menonton film Wonder yang bercerita tentang ‘perjuangan’ seorang anak dengan perbedaan yang ada di dirinya terhadap lingkungannya. Film yang menguras emosi. Saya bukan tipikal orang yang mudah menangis, tapi beberapa adegan di film…

Manusia Setengah Alien dan Bekal Makan Siang

Tak bisa dipungkiri, salah satu yang paling ditunggu saat istirahat adalah makan siang. Selain sebagai asupan gizi, makan juga kadang beralih fungsi sebagai pemuas indera pengecap. Kadang, belum juga dua jam bekerja sudah ada celetukan, “Nanti makan siang apa ya enaknya?” atau “Nyobain resto baru itu kayaknya enak, deh” dan masih banyak lagi. Dan, saya…

Mengubah Pola

Sulit untuk mengubah sebuah kebiasaan menjadi ketiadaan. Seperti halnya sapaan pagi dan obrolan tak penting di sepanjang waktu senggang. Sulit, bukan berarti tak bisa. Hanya belum terbiasa. Memang perlu waktu untuk mengubah pola, menghampakan waktu dan meniadakan dirimu. Melepas kebiasaan menatap layar ponsel sambil tersenyum dan bertukar cerita. Merelakan banyak waktu menjadi lapang karena tak…

Dua Cangkir Kopi Dingin

Hati-hati berurusan dengan api. Biarpun sepercik, ia bisa membakar habis. Tak terkecuali. Seperti rencana pernikahanku yang hangus tak bersisa. Semuanya bermula dari malam itu. ***   Sore baru saja menggantikan tugas siang saat aku tiba di rumah Hera, calon istriku. Meskipun begitu, udara yang terasa masih sangat kering. Hera beberapa kali mengipaskan majalah ke arah…

Mengekalkan Ingatan

Usiaku beranjak senja. Ingatanku juga akan semakin menua. Beberapa memori yang kusimpan satu per satu mungkin akan menghilang. Entah dimakan usia atau karena cuaca. Kenangan tentangmu — yang kusebut abadi — adalah harta yang masih terus kupelihara. Tapi, memelihara bukan berarti lantas tak berisiko kehilangan, bukan? Sungguh hal menakutkan yang seringkali menghantuiku. Siang-malam, pagi-petang. Ketakutan membuatku lebih rajin menyapamu….

Berdamai dengan Kegagalan

Desember! Akhirnya kita sampai pada bulan terakhir di setiap tahunnya. Bulan di mana –buat saya– adalah bulan mellow. Apakah karena hujan lebih sering turun? Bukan sih, tapi karena bulan ini seakan menjadi bulan introspeksi diri sebelum masuk ‘bab baru’. Otak saya secara otomatis memutarkan daftar resolusi yang pernah dibuat akhir tahun lalu. Apakah ada yang…