Tentang (Proses) Magi

   Ada yang sudah punya buku di atas? Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang, kumcer Guntur Alam (Gramedia, Agustus 2015) adalah ilustrasi kaver perdana saya. Bangga? Jelas, karena saya dipercaya dan diberi kesempatan oleh penulis dan penerbit. Sebelumnya saya tak pernah membayangkan akan melangkah sejauh ini dengan cepat. Kalau ditarik ke belakang, semua berawal dari media…

180 Menit Belajar Bersama Kelas Inspirasi

       Selamat! Anda terpilih menjadi pengajar di Kelas Inspirasi 2015 Senin, 16 Maret 2015 mungkin menjadi salah satu hari paling saya ingat dalam hidup saya. Hari itu, saya tak lagi berprofesi sebagai pekerja kantoran dan freelance illustrator (profesi yang saya daftarkan dalam KI),   melainkan akan ‘menggantikan’ peran guru dalam sehari.  Ya. Saya adalah…

Lima Tahun Bersama Fiksimini

 tak kenal maka tak sayang Dulu, awal saya follow @fiksimini karena ada salah seorang teman yang merekomendasikannya. Katanya, “Kamu kan suka nulis, coba deh liat akun fiksimini. Seru.” Memang seru meskipun awalnya saya bingung. Bagaimana bisa membuat cerita hanya dengan 140 karakter? Tapi itulah serunya, itulah tantangannya. Seminggu-dua minggu, saya hanya menjadi follower pasif….

Membiasakan Olahraga, Menikmati Hidup Sehat

Olahraga (seharusnya) sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern seperti halnya ngafe, browsing internet dan lainnya. Sayangnya banyak yang masih menganggap olahraga adalah bagian dari kegiatan yang melelahkan. Mindset seperti itu sebaiknya dihilangkan jauh-jauh. Seperti ketika kita akan mencoba kafe baru dan yang ada di benak kita adalah, “Kalo ternyata harganya mahal, gimana ya?”…

5 Hal yang Bisa Kamu Dapatkan di Punthuk Setumbu

Mendengar atau membaca tempat bernama Punthuk Setumbu pasti identik dengan perburuan sunrise. Tempat di kawasan Candi Borobudur ini memang terkenal dengan keindahan matahari terbit itu. Dengan pemandangan semburat oranye, kabut tipis dan segarnya udara pagi, kita akan disuguhi Candi Borobudur dari bukit berketinggian sekitar 400 meter. Hanya dengan membayar 15 ribu untuk ongkos masuk (dan…

Pesan yang Sama

Ia selalu mengirimkan pesan yang sama ke nomer ponsel yang diyakininya sebagai nomer kekasihnya, tiap hari. Ia selalu mengirimkan pesan dengan isi yang sama –rindu yang membuncah berbalut kalimat klise. Ia selalu mengirim pesan yang sama, pada jam yang sama. Pukul delapan. Waktu yang diyakininya sebagai waktu istirahatmu tiap malam. Ia terus mengulanginya, tak patah…