23 April

Cinta tanpa pengorbanan adalah mustahil. Termasuk, mengorbankan senyum ketika ada jeda. Saat di mana  hanya ada angin dingin semilir di sela-sela rongga dada yang membuatnya sesak. Saat dingin udara selepas hujan menjadi berkali lipat karena tak adanya pelukan. Aku percaya cinta yang kita bangun tak biasa-biasa saja. Cinta yang tak melulu melahirkan bahagia dan tawa,…

Untitled

Dear A, Kali ini, kau akan kuajak berhitung sebentar. Sebuah mata pelajaran yang tak asing untuk kita berdua. Ada seribu empat ratus empat puluh menit dalam sehari. Kau bisa kalikan dengan apapun –bisa jumlah bintang di langit yang bergantung setiap malam menjalang tidur, atau jumlah detakan jantung setiap detik. Kau bisa lakukan semuanya untuk mendapatkan…

humsafar

Dear A,     Sejak semakin mengenalmu, aku makin memantapkan diri untuk mengajakmu berpetualang. Mengajakmu menjelajah jalan-jalan asing maupun gang-gang yang tak terbaca di peta. Jalan yang tak akan selamanya lurus dan mulus. Ada lubang, persimpangan, tanjakan, dan terpaan cuaca selama perjalanan. Genggam tanganku, tak perlu terlalu erat. Kita bisa saling melepaskan jika memang waktunya…

Kepada Diam

Bukan kata-katamu yang menyakitkan, tapi justru diammu yang membunuhku perlahan. Saat surat ini sampai di tanganmu, mungkin aku sudah sekarat. Terbunuh olah ketiadaan kabarmu, kehampaan malam yang semakin panjang tanpa senyum yang biasa mengantarku tidur, tanpa ucapan selamat pagi serupa sarapan penambah energi. Jarak sesungguhnya dari sebuah hubungan adalah diam; bukan benua, bukan semesta. Kita…

38880+

Selama kulihat engkau senang, yang lainnya kusimpan sendiri …, #DearA Ditemani senandung milik Tulus,  aku duduk di tempat kita terakhir kali bertemu, 38880 menit yang lalu. Memesan menu yang sama, di meja yang juga dulu menjadi teman bisu malam itu. Lima menit setelah makanan datang, aku memutar ulang bagian-bagian perjumpaan yang menyenangkan di kepala, sembari…