Sesuatu Untuk Dikenang, Bukan Dilupakan

 Dear A,   Sebenarnya hari ini aku tak berniat menulis surat untukmu. Suhu badanku meninggi dari semalam, disusul nyeri di kepala yang rasa-rasanya seperti rasa rindu. Datang dan pergi, sesuka hati.  Aku memutuskan menuliskan sesuatu untukmu ketika aku sadar bahwa aku butuh kenangan. Dikenang dan mengenang. Jika suatu saat –misalnya– aku hilang ingatan, akan ada…

Perihal Musuh di Kepala yang Tak Seharusnya Ada

Dalam situasi lengah, musuh di kepala akan mengarang cerita yang membuat kita lemah.    Dear A, Akhirnya kita bertemu. Setelah sekian lama mengingkari rindu, kali ini kita harus tunduk pada mau.  Cafe, 18:09 Kau datang dengan sedikit terburu. Mengenakan sweater tipis    berkerah lebar yang menonjolkan tulang bahu dan celana jins yang kau gulung hingga…

Selama Kau Terlelap

   Dear A,  Aku ingin menjadi apapun saat kau terlelap. Mungkin baju tidurmu yang longgar dengan warna pudar, yang membuatmu leluasa bergerak. Aku ingat, kau punya satu baju tidur favorit. Bergambar bayi beruang yang kuyakin tak lagi sama warnanya saat kau beli dulu. Ini nyaman, alasanmu saat kutanyakan kenapa masih saja kau kenakan.  Atau mungkin…

Secangkir Hangat Pelukan

#4    “Aku sakit.” Sebuah pesan singkat darimu mampu membuatku melesat jauh ke selatan, pukul sebelas malam lebih dua puluh menit. Hujan sejak siang tak menyurutkan niatku untuk melihat keadaanmu. Mungkin ini berlebihan, tapi jujur, aku memang khawatir. Setelah puasa temu dua minggu, mendengar kabar sakitmu adalah petir di siang bolongku. Aku melintasi jalanan yang…

Renjana

    #3 Dear A, Saat punggungmu menjauh dari pandangan, saat itu pula dadaku terhempas gelombang besar. Riak-riak air liar yang tajam seolah tak menyisakan ruang untuk bernapas.  Sesak. Untuk melahirkan rindu, kita harus berjarak dulu Tak ada yang menyukai perpisahan, kita tahu. Tak juga aku, atau pun kamu. Tapi kesedihan jangan dibiarkan berlarut. Gelombang liar…

Laki-laki Pemelihara Kupu-kupu

#2 Dear A,   Malam itu akan selalu kuingat sebagai malam di mana aku mulai menjadi laki-laki pemelihara kupu-kupu. Ketika malam semakin tua dan cerita yang terkumpul dari bibir kita seolah rangkuman sebagian hidup. Menelanjangi selaput yang dipakai sebagai tameng. Malam itu,  kali pertama aku mempersilakan kupu-kupu beranak pinak di perutku lewat tatapan dan senyum yang…